Blog / Tips

Manajemen Keuangan bagi Lajang dan Keluarga Baru di Era New Normal

Buddies

Sep 2, 2020

Manajemen Keuangan bagi Lajang dan Keluarga Baru di Era New Normal astra life

Apa yang harus kamu lakukan di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih di era new normal? Kelola dan kendalikan uangmu dengan bijak. Singkatnya, kamu perlu manajemen keuangan yang tepat dan baik agar bisa mengarungi kehidupan dengan lebih tenang hingga pekonomian pulih kembali. Atur uangmu dengan sebaik-baiknya. Berikut ini manajemen keuangan bagi lajang dan keluarga baru di era new normal.

Manajemen Keuangan bagi Lajang dan Keluarga Baru

Hitung ulang pemasukan dan pengeluaran

Pengelolaan keuangan seorang lajang dan keluarga baru tentu saja berbeda. Seorang lajang minimal harus menanggung kebutuhan hidup dirinya sendiri. Sumber pendapatan seorang lajang juga hanya berasal dari gaji atau pendapatan satu orang. Sementara keluarga baru umumnya memiliki dua sumber pendapatan jika suami dan istri sama-sama bekerja.

Atur pengeluaran agar bisa memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang cukup memenuhi kebutuhan seperti makanan dan minuman, sandang seperti pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan tabungan. Kebutuhan hidup sebuah keluarga baru jauh lebih besar dari kebutuhan hidup seorang lajang. Apalagi jika sudah dikarunia buah hati, berbagai pengeluaran baru akan bermunculan.

Di era new normal saatnya kamu mengevaluasi fungsi manajemen keuangan yang selama ini diterapkan. Coba hitung ulang pendapatan dan pengeluaran tiap bulan. Catat seluruh pendapatan baik gaji bulanan, uang lembur dan pendapatan tambahan lainnya. Lalu cermati seluruh pengeluaran bulanan kamu dari mulai biaya hidup, bayar cicilan, tabungan dan investasi hingga biaya entertainment. Untuk mendapat gambaran kondisi keuangan yang riil, kamu bisa mengevaluasi pendapatan dan pengeluaran dalam tiga bulan atau enam bulan terakhir agar mencapai tujuan.

Baca juga: 7 Tips Cara Mengatur Keuangan Keluarga dengan Cerdas

Pangkas pengeluaran yang tidak perlu

Setelah mengevaluasi pendapatan dan pengeluaran bulanan, susun kembali tujuan manajemen keuangan kamu. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menambah anggaran pengeluaran. Sebaliknya, kamu perlu melakukan efisiensi agar kondisi finansial tetap sehat. Pangkas pengeluaran bulanan tanpa harus mengurangi kualitas hidupmu. Sebenarnya tanpa dipaksa untuk efisiensi, pandemi telah memberi kesempatan kamu untuk mengurangi pengeluaran pada pos-pos tertentu seperti makan di restoran atau cafe, nonton konser musik, nonton bioskop dan lain-lain.

Setelah berkeluarga, kamu harus benar-benar mengontrol setiap pengeluaran. Sesuatu yang saat lajang bisa dibeli belum tentu perlu dibeli lagi setelah kamu berkeluarga. Ingat, kamu sekarang bertanggung jawab terhadap keluarga bukan hanya diri sendiri. Jadi tetapkan prioritas pengeluaran dan buang pengeluaran yang tidak perlu. Kamu perlu berhemat karena ada anggaran pengeluaran lain yang harus diutamakan seperti menyiapkan tabungan untuk pendidikan anak.

Belanja sesuai kebutuhan

Dalam mengelola keuangan lajang maupun keluarga baru usahakan untuk mengontrol setiap pengeluaran secara ketat. Meskipun sudah menetapkan anggaran pengeluaran dalam sebulan, belanja atau membeli barang harus sesuai kebutuhan.Tidak ada alasan seseorang yang masih berstatus lajang lebih bebas untuk berbelanja sesuka hati. Penuhi kebutuhan entertainment sewajarnya.

Biasakan untuk mencatat rencana belanja secara detail sebelum belanja bulanan. Dengan rencana belanja tersebut, kamu bisa berbelanja barang-barang yang memang dibutuhkan. Jangan tergiur untuk membeli barang di luar rencana belanja meskipun ada potongan harga. Apalagi jika barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan atau tidak mendesak untuk dibeli saat itu juga. Fokuslah pada daftar belanja yang sudah direncanakan. Jika bisa berhemat tentu jauh lebih baik lagi.

Cari penghasilan tambahan

Setiap tahun biaya hidup mengalami peningkatan, juga sejalan dengan tingkat inflasi atau kenaikan harga-harga barang yang terjadi. Jika kita tidak mengimbanginya dengan memperbesar penghasilan bulanan, kebutuhan hidup layak ke depan tidak akan bisa dipenuhi lagi.

Baik lajang maupun keluarga baru, sebagai pencari nafkah, membutuhkan biaya untuk pengembangan diri dan meningkatkan skill di bidang tertentu. Hal tersebut dapat mendukung peningkatan karirnya ke depan. Nah biaya pengembangan diri tersebut bisa diperoleh dari penghasilan tambahan. Untuk itu, kamu perlu mencari sumber penghasilan lain di luar gaji bulanan. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan seperti bisnis online shopdropship, reseller, penulis freelance, agen properti, berbisnis kue, katering, bisnis tanaman hias, online shopdropship, reseller dan lain-lain.

Baca juga: Tips Manajemen Perencanaan Keuangan Keluarga Muda

Siapkan dana darurat

Gejolak ekonomi akibat pandemi COVID-19 telah memberi kita pelajaran berharga tentang pentingnya menyiapkan dana darurat. Di tengah kondisi perekonomian yang tertekan, dana darurat berfungsi untuk memberikan rasa aman agar kondisi finansial tetap stabil.

Jangan menunggu kondisi terdesak, siapkan dana darurat dari sekarang. Tetapkan jumlah dana darurat yang ideal. Seorang lajang harus memiliki dana darurat minimal tiga kali sampai enam kali pengeluaran bulanan. Sementara untuk keluarga baru dengan satu anak, besaran dana darurat yang harus dipersiapkan minimal enam kali sampai sembilan kali pengeluaran bulanan. Semakin banyak jumlah anak, semakin besar pula dana darurat yang harus dipersiapkan.

Kumpulkan dana darurat secara rutin tiap bulan. Kamu bisa menyisihkan 10% dari gaji untuk tabungan dana darurat. Jika target dana darurat sudah terkumpul, gunakan dana tersebut hanya dalam kondisi darurat atau di luar perencanaan. Setelah digunakan, usahakan untuk menabung dana darurat lagi agar kembali mencapai angka ideal.

Siapkan perlindungan asuransi

Manajemen keuangan yang baik harus memperhatikan risiko keuangan yang mungkin terjadi di masa depan. Bukan hanya risiko keuangan bagi diri sendiri tapi bagi keluarga. Sebab, jika kamu menjadi tulang punggung keluarga, apa yang terjadi padamu akan mempengaruhi kehidupan keluargamu. Kita tentu berharap segala sesuatu berjalan normal sesuai rencana. Tapi kita tidak pernah tahu, jika terjadi sakit atau bahkan amit-amit sampai meninggal dunia, perekonomian keluarga yang ditinggalkan akan terganggu.

Agar orang-orang tercinta tetap bisa menjalani kehidupan secara normal jika terjadi risiko kehidupan, kamu perlu memproteksi diri dengan produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Dengan demikian, orang-orang yang kamu cintai akan bisa menjalani kehidupan secara normal jika suatu saat ditinggalkan dan kamu tidak perlu khawatir jika jatuh sakit.

Keluarga baru juga perlu terlindungi asuransi. Bedanya jika seorang lajang hanya perlu mengasuransikan dirinya sendiri, kamu yang sudah berkeluarga harus melindungi seluruh anggota keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak dengan produk asuransi.

Dalam memilih produk asuransi, kamu harus memperhatikan beberapa hal seperti kemudahan mendaftar dan klaim asuransi, besaran premi serta uang pertanggungannya. Target uang pertanggungan seorang yang sudah berkeluarga tentu harus lebih besar dari target UP seorang lajang. Idealnya, produk asuransi jiwa yang dibeli bisa memberikan uang pertanggungan (UP) sebesar 10 kali annual income kamu.


Produk asuransi jiwa dari Astra Life bisa menjadi pilihan yang tepat. Kamu bisa memiliki Flexi Life yang bisa memberikan uang pertanggungan hingga maksimal Rp5 miliar tanpa cek medis.


Setelah membaca ulasan di atas, semoga kamu bisa menjalankan tujuan utama untuk manajemen keuangan bagi lajang dan keluarga baru di era new normal dengan lebih baik. Dengan pengelolaan keuangan yang terarah, kamu bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Untuk perlidungan asuransi jiwa, percayakan saja pada Astra Life.

#iGotYourBack.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *